Asian Games 2018

Menpora Abaikan Perintah Wapres Terkait Gelontoran Dana

akurat logo
Manggala Borujerdi
Jumat, 12 Januari 2018 14:42 WIB
Share
 
Menpora Abaikan Perintah Wapres Terkait Gelontoran Dana
Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla saat memberikan keterangan pada acara Adendum Host City Contract Asian Games 2018 di Jakarta, Minggu (15/10). Adendum Host City Contract ini diatur ketentuan terbaru bahwa INASGOC akan lebih fleksibel dan lebih awal mencairkan dana dari sponsor yang masuk melalui OCA sebagai pemegang right Asian Games. AKURAT.CO/Handaru M Putra

AKURAT.CO, Persentase alokasi anggaran peningkatan prestasi olahraga nasional yang diberikan langsung kepada cabang olahraga masih lebih kecil dari arahan yang disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Alasannya, alokasi anggaran yang diputuskan pihak Kemenpora tidak sesuai dengan arahan Wapres karena mempertimbangkan kebutuhan lain di luar untuk melakukan pemusatan latihan nasional.

Padahal demi mendapatkan prestasi di Asian Games, Wapres JK memerintahkan agar anggaran untuk cabang olahraga (cabor) setidaknya 70 persen dari total anggaran Rp 735,06 miliar. Artinya, anggaran untuk cabang di Asian Games sekurang-kurangnya Rp 514,5 miliar. Sebagian besar anggaran itu diprioritaskan bagi cabang yang berpotensi meraih medali emas. Anggaran Rp 135 miliar untuk pelatnas Asian Para Games. Sisanya sebesar Rp 85,5 miliar untuk belanja lain-lain.

Sementara itu pada hari Kamis (11/1), Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana angkat bicara mengenai hal tersebut. Dia masih meniginkan untuk mengalokasikan dana untuk cabor sebesar Rp 432,3 miliar, atau sekitar 58,8 persen dari total anggaran untuk tiap cabang.

Rp 130 miliar dipakai untuk pelatnas Asian Para Games. Dana sisanya yang sebesar Rp 172,7 miliar dipakai untuk kebutuhan lain-lain, yaitu membayar pelatih asing, sewa lapangan, rapat koordinasi, tes kesehatan atlet, keperluan sekretariat, publikasi, dan sesi tukar pendapat dengan olimpian, serta bantuan untuk KONI.

Mulyana mengatakan kalau anggaran yang diberikan langsung ke cabang olahraga sebesar Rp 514,5 miliar, sisa anggaran tak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan lain-lain. Dia memerinci, kebutuhan untuk membayar 96 pelatih asing pada 48 cabang dan disiplin olahraga besarnya Rp 70 miliar. Anggaran Rp 12 miliar untuk sewa lapangan. Kemenpora juga menyiapkan anggaran untuk fungsi pengawasan KONI Rp 35 miliar.

”Sebanyak Rp 75 miliar anggaran pada asisten deputi olahraga prestasi sudah dialokasikan untuk menambah kebutuhan pelatnas cabang dan pengiriman kontingen. Tidak ada lagi dana yang bisa dialokasikan,” kata Mulyana.

Adanya situasi tersebut membuat Menpora Imam Nahrawi angkat bicara, dirinya sudah memerintahkan agar alokasi anggaran untuk cabang olahraga lebih dari 80 persen. ”Sejak pertama sudah saya perintahkan agar alokasi anggaran lebih dari 80 persen, dan katanya sudah direncanakan dengan baik,” ujar Imam.

Menurut dia, ada juga dana untuk pengawasan KONI yang besarnya Rp 65 miliar. ”Menurut saya, itu terlalu besar,” ujarnya.

Mulyana mengatakan, karena berorientasi pada prestasi, tidak semua kebutuhan cabang olahraga memang dapat dipenuhi.

Mulanya, Mulyana mengalokasikan anggaran untuk 98 pelatih asing pada 48 cabang. ”Namun, karena dana terbatas, ke depan kami membatasi jumlah pelatih asing, diutamakan untuk cabang prioritas,” katanya.

Pada Senin lalu, anggota Komisi X DPR, Yayuk Basuki, dan mantan Wakil Ketua I Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Lukman Niode kepada Kompas mengatakan, anggaran Rp 735,06 miliar semula merupakan anggaran yang dialokasikan untuk Satlak Prima sepenuhnya digunakan demi prestasi pada Asian Games dan Asian Para Games. Anggaran itu dipakai untuk tes kemampuan fisik dan kemampuan atlet, proses pembinaan dan kepelatihan performa tinggi, dukungan kompetisi, training camp, ilmu keolahragaan, kesehatan, nutrisi, dan pelatih asing.

Hingga saat ini hanya 8 dari 48 cabang dan disiplin olahraga Asian Games yang sudah setuju dengan alokasi anggaran dana pemerintah dan menandatangani nota kesepahaman bantuan dana pemerintah untuk peningkatan prestasi olahraga nasional, yaitu atletik, bulu tangkis, sepeda, bola basket, sepatu roda, jiu-jitsu, rugbi, dan bola tangan.

Meski masih banyak cabang olahraga yang belum sepakat dengan besaran alokasi anggaran, Mulyana mendesak agar cabang segera menandatangani nota kesepahaman bantuan dana. Tanpa tanda tangan dari cabang, anggaran tidak dapat dicairkan.

Menurut Mulyana, hari Jumat ini merupakan batas akhir penandatanganan nota kesepahaman. Pada Senin (15/1), honor atlet dan pelatih akan dicairkan. Cabang yang belum menandatangani nota kesepahaman tidak dapat mencairkan anggaran honor atlet dan pelatih.

Sekretaris Jenderal PB Podsi (dayung) Edy Suyono menyatakan akan segera menandatangani nota kesepahaman. ”Kami memang menantikan kapan penandatanganan bantuan dana untuk cabang dayung,” kata Edy.

Menurut Edy, pihaknya masih berharap ada penambahan dana untuk membeli peralatan tanpa harus menunda penandatangan nota kesepahaman. ”Apa pun yang terjadi, tidak boleh menghambat pelatnas,” katanya.[]


Editor. Rusjdi Alatas

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Di Bekasi, Panwaslu Juga Akan Mengawasi Akun Medsos ASN

Selasa, 16 Januari 2018 14:47 WIB

Ini juga untuk integritas ASN juga, sikap netral ASN sangat berguna, jadi pengawasan kita sangat luas, terlebih untuk penggunaan medsos.


Sekarang Waktunya Bersihkan Liver Sebelum Telat

Selasa, 16 Januari 2018 14:37 WIB

Kapan waktu terbaik detoksifikasi liver?


Peduli Asmat, IJTI Papua Gelar Aksi Sejuta Koin

Selasa, 16 Januari 2018 14:33 WIB

Dengan aksi ini diharap dapat mengurangi beban keluarga korban di Asmat.


Pasca Pemanggilan La Nyalla, Gerindra Jatim Didatangi Ratusan GMP

Selasa, 16 Januari 2018 14:27 WIB

GMP membantah kedatangan mereka untuk melakukan unjuk rasa.


KLB Campak dan Gizi Buruk, Tim Gabungan Polda Papua Kirim Satgas ke Asmat

Selasa, 16 Januari 2018 14:19 WIB

Para tenaga medis, logistik serta beberapa instansi terkait yang dikirimkan akan ditempatkan di kampung-kampung terdampak penyakit itu.


Lantik Tim Kampanye, JOSUA Ingin Bertarung Secara Cerdas

Selasa, 16 Januari 2018 14:18 WIB

Tim ini berisikan anak-anak muda punya semangat muda.


Eks Penjaga Gawang Timnas Merapat ke Aceh United

Selasa, 16 Januari 2018 14:11 WIB

Bagi Markus, Aceh bukanlah sesuatu yang asing lagi.


Ternyata China Punya Tower Pembersih Udara Terbesar Dunia

Selasa, 16 Januari 2018 14:05 WIB

Tower ini akan menyerap udara kotor dan memancarkan udara segar.


Giring Pamit ke Pilkada, Nidji Berubah Jadi NEV Plus

Selasa, 16 Januari 2018 14:00 WIB

Nidji dipastikan tidak akan bubar.


Pusat Diminta Ikut Cari Kapal Mega Top III Berawak 29 Nyawa

Selasa, 16 Januari 2018 13:59 WIB

Prediksi kapal yang sudah berada di lautan bebas membutuhkan armada yang memadai.


Amerika Serikat Dukung Indonesia Hentikan Penangkapan Ikan Ilegal

Selasa, 16 Januari 2018 13:55 WIB

Kemitraan antara Pemerintah AS dan Pemerintah Indonesia dirancang untuk mempercepat pelaksanaan PSMA


Bingung Pilih Sekolah Dasar Untuk Anak? Ini Caranya

Selasa, 16 Januari 2018 13:54 WIB

Lakukan beberapa cara berikut sebelum memastikan sekolah anak.


KPU Terima Laporan Kekayaan Bakal Paslon Wali Kota Bekasi

Selasa, 16 Januari 2018 13:52 WIB

KPUD Kota Bekasi akan menyerahkan LHKPN pada KPK.


Melancong ke Kanada, Jangan Lewatkan Pameran Spesial Justin Bieber di Ontario

Selasa, 16 Januari 2018 13:51 WIB

Semua barang Justin Bieber akan dipamerkan.


Anthony Mackie Dorong Tampilan Klasik Falcon

Selasa, 16 Januari 2018 13:49 WIB

Mackie sendiri sudah lama menginginkan tampilan yang lebih dari superhero tersebut.