Blog

Intrik Permusuhan yang Belum Berhenti dari The Doctor

akurat logo
Anang Fajar Irawan
Sabtu, 14 April 2018 14:35 WIB
Share
 
Intrik Permusuhan yang Belum Berhenti dari The Doctor
Juara dunia MotoGP tujuh kali, Valentino Rossi, berbicara dengan timnya usai terjatuh di balapan seri Grand Prix Argentina karena bersinggungan dengan rival Repsol Hondanya, Marc Marquez, 9 April silam.. REUTERS/Marcos Brindicci

AKURAT.CO, Pernah mendengar kalimat "pembalap MotoGP cuma Rossi, yang lain itu musuhnya"? Kalimat itu memang tidak sepenuhnya salah. Sebab, pembalap asal Italia itu memang selalu punya musuh bebuyutan berbeda di 18 tahun kariernya di MotoGP.

Dengan penampilan impresif yang berbuah tujuh gelar juara dunia, Rossi mendominasi balapan kelas wahid ini. Tak heran jika berbicara soal MotoGP, tentu satu nama yang terlintas di pikiran adalah Valentino Rossi.

Di usia yang kini sudah menginjak 39 tahun, Rossi masih aktif mengaspal bersama tim Movistar Yamaha. Tentu ini usia yang sudah tidak lagi produktif untuk seorang pembalap.

Tapi, Rossi tetaplah Rossi. Dengan segala idealismenya, ditambah tekad kuat meraih gelar juara dunia kesepuluh, dia terus membalap, sembari membina tim balapnya sendiri yang berlaga di kelas Moto3 dan Moto2, yakni Sky Racing VR46.

(Ilustrasi: AKURAT.CO/Chandra Nawa. Naskah: Anang Fajar Irawan).

Tahun 2018, tepatnya di seri kedua MotoGP yang dilangsungkan di Sirkuit Termas De Rio Hondo, Argentina, nama pembalap berjuluk The Doctor tersebut menjadi pemberitaan utama. Rossi menjadi pembicaraan setelah terlibat duel di trek dengan Marc Marquez yang menyebabkan dirinya terjatuh di sisi lintasan.

Lalu, apakah itu pertama kalinya Rossi terlibat bentrokan dengan pembalap lain di sirkuit? Jawabannya jelas tidak. Sejak tahun 2001, Vale – sapaan Rossi – sudah memiliki musuh bebuyutan. Saat itu rivalnya adalah pembalap Marlboro Yamaha, Max Biaggi.

Duel kedua pembalap asal Negeri Pizza ini terjadi di Sirkuit Suzuka, Jepang. Mereka saling bersenggolan dan Biaggi terlihat dengan sengaja mendorong motor Honda NSR500 yang dikendarai Rossi dengan harapan The Doctor terjatuh.

Mendapat perlakuan seperti itu dari Biaggi, Rossi tetap bisa meneruskan lomba. Dia justru membalas Biaggi dengan mengacungkan jari tengah saat berada di depan. Insiden itu jadi awal mula persaingan keduanya yang memuncak di Grand Prix Katalunya. Rossi dan Biaggi sempat saling adu argumen sebelum sesi konferensi pers pasca balapan

Tiga tahun berselang, musuh Rossi berganti. Kini yang jadi musuh bebuyutan adalah Sete Gibernau. Perseteruan keduanya dimulai tahun 2004, ketika Rossi memutuskan hijrah ke Yamaha dan Gibernau menjadi rider tim Telefonica Movistar-Honda.

Semula, Rossi dianggap bakal melempem usai pindah ke Yamaha. Maklum, saat itu motor Yamaha YZR-M1 milik Yamaha bisa dibilang berada di bawah level motor RC211V yang dikendarai Gibernau.

Namun, Rossi akhirnya membuat prediksi tersebut salah besar. Pada balapan di Sirkuit Jerez, Spanyol, di awal musim 2005, YZR-M1 mendapat perlawanan sengit dari Gibernau dengan RC211V-nya.

Kedua pembalap saling salip menyalip. Pada tikungan terakhir, drama terjadi. Rossi dan Gibernau saling berbenturan yang membuat Gibernau keluar lintasan, sementara Rossi dengan leluasa melintasi garis finis dan keluar sebagai juara.

Skenario lain yang melibatkan Rossi dengan pembalap lain saling bertabrakan terjadi di tahun 2011. Kali ini Vale bertabrakan dengan rider Repsol Honda, Casey Stoner. 

Saat pembalap menyisakan 20 putaran, Rossi mencoba untuk melakukan overtaking saat melahap tikungan ke kanan. Namun sial bagi Rossi, dia terpeleset dan mengenai motor Stoner. Kedua pembalap pun keluar lintasan.

Seusai balapan, Rossi mendatangi paddock Honda untuk menyatakan rasa bersalahnya dan perimintaan maafnya diterima secara dewasa oleh Stoner. Rossi memberikan keterangan lebih lanjut tentang apa yang terjadi sehingga dia "mengeluarkan" Stoner dari balapan di sirkuit yang sedang basah tersebut. 

Menurut Rossi, sebenarnya dia tak berusaha untuk menyalip Stoner ketika mereka memperebutkan posisi kedua di GP Spanyol itu. Akan tetapi, perbedaan waktu dalam melakukan pengereman membuat kecelakaan tak terhindarkan.

Ketika Rossi pergi meminta maaf kepada Stoner di pit Honda seusai balapan, kamera televisi sempat merekam percakapan dua pebalap tersebut. Stoner bertanya kepada Rossi mengenai kondisi bahunya yang sempat cedera saat beratih motocross. Pembalap Australia tersebut mengatakan sesuatu yang sampai saat ini sangat akrab di telinga pecinta MotoGP, yakni "ambisimu melebihi bakatmu". Mendengar kalimat tersebut keluar dari mulut Stoner, Rossi hanya tertawa.

Lanjut ke tahun 2015 di mana awal perseteruan sang legenda hidup dengan Marc Marquez, yang terjadi di MotoGP Argentina. 

Di negara asal Lionel Messi, Rossi dan Marquez terlibat duel ketat di lap terakhir balapan. Keduanya saling overtake. Posisi motor Rossi sudah berada di depan Marquez saat roda belakang Yamaha YZR-M1 miliknya menyenggol roda depan pembalap Repsol Honda tersebut.

Marquez pun jatuh. Setelah jatuh, dia langsung berlari menuju motornya. Tapi karena mesin motor mati, dia sangat kesal, terlihat dari reaksinya memukuli motornya sendiri.

Perseteruan berhenti sampai di situ? Tidak. Di Sirkuit Assen, Belanda, 27 Juni, keduanya kembali menjadi sorotan. Di putaran terakhir, Rossi kembali mempecundangi Marquez. Keduanya saling menempel ketat di tikungan. Rossi sedikit berada di depan Marquez.

Tiba-tiba Rossi mengambil jalan pintas dengan melintasi gravel. Jarak tikungan pun berhasil dia pangkas. Posisi ketat keduanya berganti dengan Rossi di depan Marquez. Rossi pun mengklaim juara satu balapan di Negeri Kincir Angin. Uniknya, meski melintasi gravel, tak ada sanksi apapun dari Race Director. Rossi tetap meraih posisi pertama, sedangkan Marquez di posisi kedua.

Dari dua insiden tersebut, Marquez melancarkan rencana untuk balas dendam. Lokasinya di Australia saat sirkus MotoGP digelar di Phillip Island. Tak lagi memiliki peluang juara, Marquez pun terus menempel Rossi.

Bahkan, Marquez dianggap sengaja memperlamban laju kendaraannya demi memberi ruang bagi Jorge Lorenzo dengan "menempel" pergerakan Rossi. Marquez memang mengaku memperlambat laju motornya dalam balapan yang digelar pada 18 Oktober itu. Namun dia membantah aksi itu sengaja untuk menahan Rossi masuk ke posisi tiga besar.

Teori konspirasi itu semakin menjadi karena Marquez dan Lorenzo berasal dari negara yang sama, Spanyol. Jadilah ini seolah pertarungan antara Spanyol versus Italia.

Insiden di Sepang, Malaysia, menjadi puncak perseteruan kedua pembalap. Rossi dinilai sengaja menendang Marquez sehingga pembalap Repsol Honda terjatuh.

Rossi yang mencoba untuk mengejar Marquez tiba-tiba melakukan tendangan kepada Marquez. Alhasil, tendangan tersebut membuat The Baby Alien – julukan Marquez – terjatuh. Sementara Rossi berhasil finish di posisi kedua.

Atas tindakan tersebut, pihak Dorna dan Federasi Motor Internasional (FIM) pun memberikan hukuman kepada VR46 – sebutan lain Rossi. Hukumannya adalah Rossi akan memulai balapan dari start paling belakang di MotoGP seri terakhir di Valencia. 

Dengan semua kejadian di atas, siapa yang diuntungkan? Tak salah jika menyebut pihak tim satelitlah yang memiliki keuntungan. Sebab, mereka bisa memanfaatkan konflik yang melibatkan pembalap-pembalap tim pabrikan untuk tampil lepas di tiap seri.

Refleksi hal tersebut bisa terlihat jelas di Seri kedua MotoGP Argentina, akhir pekan lalu. Dengan perseteruan Rossi-Marquez, dua pembalap peraih podium tertinggi justru dari tim non-pabrikan, yakni Cal Crutclow (LCR honda) dan Johann Zarco (Monster Yamaha Tech 3).[]

 


Editor. Hervin Saputra

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Kementerian Pariwisata Tawarkan Paket 'Wonderful Journey' di Washington DC

Jumat, 20 April 2018 06:15 WIB

Indonesia makin gencar promosi pariwisata sambut AM IMF-WBG 2018 di Nusa Dua, Bali.


Buah Naga Hingga Nuansa Timur Tengah Warnai Fashion Show IFI di Muffest 2018

Jumat, 20 April 2018 06:05 WIB

Buah karya ini sebagai ujian kelulusan para siswi.


Ulah Nakal Suporter, Arema Kena Imbasnya

Jumat, 20 April 2018 06:00 WIB

Arema mendapatkan sanksi denda Rp300 juta dan penutupan tribun timur untuk dua pertandingan.


Rocky Gerung Bakal Dilaporkan lagi oleh Perwakilan Umat Kristen dan Budha

Jumat, 20 April 2018 05:56 WIB

Mereka merasa tersinggung atas perbuatan yang dilakukan olehnya tempo hari


Raul Castro Serahkan Kekuasaan pada Miguel Diaz Canel

Jumat, 20 April 2018 05:33 WIB

Ini pertama kali sejak revolusi pada 1959 bahwa Castro tidak berkuasa dalam pemerintahan


Trailer Terbaru dan Terakhir dari 'Jurassic World: Fallen Kingdom' Telah Dirilis

Jumat, 20 April 2018 05:25 WIB

Berikut trailer terbaru sekaligus terakhir dari Jurassic World : Fallen Kingdom.


Ini Perubahan Firrina Sinatrya Setelah Menikah dengan Petra Sihombing

Jumat, 20 April 2018 05:15 WIB

Ia rajin browsing cari resep masakan.


Honda Luncurkan Dua Motor Berteknologi Hybrid

Jumat, 20 April 2018 05:15 WIB

Honda Gold Wing sangat pas untuk kamu yang gemar touring.


Sociedad Cukur Atletico dengan Skor 3-0

Jumat, 20 April 2018 05:05 WIB

Juanmi cetak dua gol dalam kurun waktu 10 menit.


Ini Cara Agar Kamu Tidak Terlambat Datang ke Kantor

Jumat, 20 April 2018 05:05 WIB

Pasti Anda pernah, atau bahkan sering terlambat. Ah…!


Hadapi Nadal, Thiem: Ini adalah Tantangan Terberat

Jumat, 20 April 2018 05:00 WIB

Lawan Thiem akan menjadi pertandingan sulit bagi Nadal.


Sebulan Jadi Nyonya Petra Sihombing, Firrina Sinatrya Belum Mau Cek Kehamilan

Jumat, 20 April 2018 04:35 WIB

Ia belum merasa ada tanda-tanda kehamilan.


Surat Al Mukmin Jadi Pedoman Berkarya 12 Desainer IFI

Jumat, 20 April 2018 04:35 WIB

IFI bertekat lahirkan desainer mandiri di bidang usaha busana muslim.


Korut Ingin Selesaikan Denuklirisasi

Jumat, 20 April 2018 04:12 WIB

Korut membela program nuklir dan rudalnya sebagai langkah penangkal melawan permusuhan AS


Raja Swaziland Ganti Nama Negara Jadi Kerajaan eSwatini

Jumat, 20 April 2018 04:04 WIB

Pengumuman tersebut disampaikan pada Rabu (18/4) waktu lokal bahwa dia mengganti nama negara menjadi “Kerajaan eSwatini.”