Wimbledon 2017

Wimbledon, 13 Tahun Tanpa Bendera Indonesia...

akurat logo
Hervin Saputra
Rabu, 12 Juli 2017 16:54 WIB
Share
 
Wimbledon, 13 Tahun Tanpa Bendera Indonesia...
Di masa jayanya, Yayuk Basuki dijuluki sebagai "Jaguar of Asia" karena di masa itu sangat sedikit atlet Asia yang bisa bersaing di pentas dunia. (Foto: Zetizen).

AKURAT.CO, Satu hal yang mungkin luput dari perhatian para penikmat tenis dalam euforia Wimbledon 2017 adalah turnamen ini bukannya sama sekali tak tersentuh oleh atlet Indonesia.

Hanya saja, kurangnya popularitas tenis di Indonesia membuat masyarakat tidak terlalu mempertimbangkan Wimbledon layaknya All England untuk bulutangkis. Padahal, sepanjang sejarah, tercatat ada empat petenis yang pernah turun di Wimbledon - seluruhnya adalah atlet wanita.

Yayuk Basuki telah memulai Wimbledon perdananya di usia 16 tahun di kategori tunggal putri junior pada 1987. Yayuk baru bisa mencapai putaran pertama pada 1991 setelah pada 1990 terhenti di babak kualifikasi.

Pada 1991, Yayuk turun di dua nomor: tunggal putri dan ganda putri. Untuk nomor ganda, atlet dengan peringkat tertinggi pada posisi 19 dunia ini berpasangan dengan Suzanna Wibowo.

Dalam rentang 1991-2001, Yayuk telah memainkan sepuluh putaran utama Wimbledon. Pencapaian terbaiknya adalah perempat final 1997 dengan mengalahkan atlet Kanada kelahiran Kamboja, Patricia Hy-Boulais, di putaran keempat.

Generasi kedua adalah Wyne Prakusya. Namun, petualangan atlet kelahiran Jakarta, 26 April 1981, ini tidak sepanjang seniornya. Dalam tujuh partisipasinya di Wimbledon pada periode 1995-2003, atlet dengan posisi tertinggi pada peringkat 74 dunia ini hanya berhasil bermain dalam tiga putaran utama.

Wyne Prakusya

Putaran pertama Wyne terjadi pada 2001 ketika dia memulai dari babak kualifikasi. Namun, ia langsung tersingkir di babak pembuka setelah dikalahkan mantan petenis peringkat tiga dunia juga runner-up Wimbledon 1998 asal Prancis, Nathalie Tauziat.

Dua musim setelahnya, Wyne menunjukkan perkembangan namun hanya sampai pada putaran kedua. Pada edisi 2002, Wyne dikalahkan juara Wimbledon 2001, Lysa Raymond. Dan pada 2003, Aniko Kapros dari Hungaria menjadi penghenti langkah Wyne.

Usai Wyne, Indonesia berharap level Yayuk Basuki bisa terulang pada Angelique Widjaja. Angelique, 32 tahun, memulai Wimbledonnya dengan usia 17 tahun pada nomor tunggal putri junior pada 2000.

Secara peringkat, Angelique adalah yang kedua terbaik setelah Yayuk dari Indonesia. Kedudukan tertingginya adalah 55 dunia pada Maret 2003.

Angelique mendapatkan putaran utama pertamanya pada 2002. Setelah mengalahkan petenis asal Israel, Anna Smashnova, Angelique tak mampu melewati mantan petenis peringkat 33 dunia asal Amerika Serikat  berdarah China, Meilen Tu.

Angelique Widjaja

Setelah bermain hingga putaran kedua pada 2003, Angelique mengakhiri karir Wimbledonnya dengan kembali memulai dari babak kualifikasi pada 2004. Meski lolos ke putaran utama, Angelique langsung tersingkir di partai perdana kontra petenis asal Amerika Serikat dengan posisi 55 dunia sebagai peringkat tertingginya, Mashona Washington.

Sejak itu, tak ada lagi atlet Indonesia yang mengayunkan raketnya di tengah suasana hijau-putih turnamen tertua di dunia itu. Praktis, sudah 13 tahun Indonesia tak lagi memiliki petenis yang bisa menambahkan warna “merah putih” di Wimbledon.

Bagi Yayuk Basuki, selain karena faktor regenerasi, keringnya prestasi Indonesia di tenis dunia diakibatkan karena akses kompetisi membuat olahraga ini hanya terjangkau oleh mereka yang memiliki kemampuan pembiayaan.

Wakil Presiden WTA untuk Asia Pasifik, Melissa Pine, saat memberikan pelatihan pada program WTA Future Stars di Jakarta, Juli 2016.

“Supaya peringkat naik, mereka harus berkompetisi ke luar negeri. Ini tidak murah. Hanya keluarga yang mampu yang dapat melakukannya. Sementara itu, asosiasi juga perlu sokongan dari sponsor,” kata Yayuk di sela program WTA Future Stars di Jakarta, tahun lalu.

Bakat, pada dasarnya tidak pernah dilahirkan berdasarkan kemampuan finansial yang melatarbelakanginya. Namun, selama tenis tidak bisa dibuat “membumi”, maka sulit untuk melihat Indonesia bisa bersaing di jajaran elit dunia karena terbatasnya akses finansial akan menyulitkan negeri untuk menemukan bakat terbaik.

“Kami tidak meminta fasilitas gratis. Tapi, jika saya bisa mensubsidi anak yang tidak bisa membayar, mengapa pemerintah tidak memberi subsidi jika mereka punya fasilitas yang bagus?” tanya Yayuk.[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Waspada! Gunung Agung Diprediksi Akan Keluarkan Letusan Freatik Lagi

Rabu, 22 November 2017 21:36 WIB

"Kami prediksi besok akan ada letusan freatik lagi," kata I Gede Suantika


[VIDEO] Nostalgia Jajanan 90-an

Rabu, 22 November 2017 21:25 WIB



Ace Hasan Tegaskan Jika Novanto Kalah Praperadilan, Golkar Harus Munaslub

Rabu, 22 November 2017 21:15 WIB

Keputusan pleno itu merupakan kompromi yang terbaik untuk menyatukan segala kepentingan di Golkar


Google Akui Lacak Data Lokasi Pengguna Bahkan Saat Gawai Dinonaktifkan

Rabu, 22 November 2017 21:14 WIB

Smartphone Android mengumpulkan data lokasi Anda dan mengirimkannya ke Google, bahkan jika Anda telah menonaktifkan layanan lokasi.


Riau Miliki 500 Jenis Kuliner Unggulan Pariwisata

Rabu, 22 November 2017 21:11 WIB

Sebanyak 500 jenis masakan khas mulai dari makanan sederhana hingga makanan yang berkelas tinggi dan mewah menjadi andalan wisata kuliner


Pemecatan Indra Sjafri, Sesmenpora: PSSI Momentumnya Salah!

Rabu, 22 November 2017 21:07 WIB

Kontrak Indra Sjafri akan habis bulan depan


Begini Jadinya Jika An-Sos di Kendaraan Umum

Rabu, 22 November 2017 21:05 WIB

Potret orang-orang yang terlalu sibuk pada kehidupannya dan tak memperdulikan sekitar saat di kendaraan umum.


Wali Kota Depok Minta Keberadaan Separator Jalan Sepanjang Margonda Dievaluasi

Rabu, 22 November 2017 21:03 WIB

Wali kota Depok Mohammad Idris angkat bicara, mengenai separator di Jalan Margonda Raya


30 Acara dan 20 Ribu Wisatawan akan Buat Sail Sabang 2017 Jadi Event Pariwisata Terbesar

Rabu, 22 November 2017 21:02 WIB

Sail Sabang 2017 yang akan dibuka Presiden Joko Widodo pada 2Desember mendatang diproyeksikan menjadi event pariwisata terbesar di Indonesia


Aurel Dikritik Usai Panggil Ibu Tirinya Gembrot

Rabu, 22 November 2017 21:02 WIB

Gara-gara panggil Ashanty Gembrot, Aurel dibilang tak sopan pada ibu tiri


Wow, Raline Shah Selfie Bareng Bella Hadid

Rabu, 22 November 2017 21:01 WIB

Aktris cantik Raline Shah mengejutkan pengikutnya di instagram dengan muatan fotonya bersama model Victoria Secret, Bella Hadid.


Internasional Serukan Program Pengarusutamaan Disabilitas di Indonesia

Rabu, 22 November 2017 21:01 WIB

Keberhasilan inklusi sosial diantaranya karena masyarakat telah memiliki kesadaran terhadap penyandang disabilitas.


BTS Siap Gebrak Amerika Serikat di Malam Pergantian Tahun

Rabu, 22 November 2017 20:55 WIB

Usai menggetarkan hati para penggemarnya di AMA 2017, kini BTS dikabarkan akan kembali tampil di Amerika Serikat.


Timnas Indonesia Tak Ditargetkan Medali di Asian Games 2018

Rabu, 22 November 2017 20:50 WIB

Gatot hanya mencoba realistis